23 September 2013

JAZIRAH CINTA | Engkau Puisi Ku




Saat aku tak lagi dapat menerka
Apa yang sedang terjadi denganku saat ini
Saat rimbun hujan ini perlahan turun dengan angkuhnya
Membasahi jemariku yang berselimut debu

Terdengar lirih rintihan air itu
Yang kuterka ialah hatiku pilu saat ini
Saat aku tak dapat lagi beranjak dari pemberhentian pikiran
Dari dosa-dosa yang tak terlihat
Oleh mereka yang tak sadar kalau Tuhan ada di belakangnya

Ku mulai menghitung suara dari cermin itu
Setelah kudapati dua hati yang sebenarnya sama
Sama rasa, sama cinta
Sama kasih, sama sayang,
Sama pula harapannya

Namun hukum Tuhan masih berlaku
Untuk hati mana yang belum suci menjadi milikku
Untuk hati  mana yang belum disucikan Tuhan mereka menjadi milikmu

Aku takut dosa
Takkan lagi kukejar dosa-dosa itu,
Yang pastinya akan menambah beban sisi kiriku di hadapan-Nya kelak
Begitupun kau...

Kau yang menyadarkanku, Tuhan ada di belakang, depan, samping, atas, dan bawah kita
Semua penjuru, gerak dan gerik kita terpantau lewat ke-Maha Besaran-nya
Tak mau lagi kucari cinta yang lain,
Tak mau lagi kucari kasih yang lain,
Yang belum tentu sekritisnya terhadap Tuhan
Dan kau pelabuhan terakhirku,

Biar kini kita saling menjauh,
Untuk sementara menghindar dan berlindung dari syetan-syetan itu
Untuk sementara menemukan jati diri masing-masing

Setiap doa ku panjatkan bagi Dia Pemegang Hidup dan Mati,
Setiap itu pula aku bersimpuh, menengadah, dan berserah
Agar Dia mentakdirkan aku tercipta untukmu,
Pendamping hidup,
Imam untuk sebuah keluarga,
Ibu untuk anak-anakku kelak,

Dengan cinta iman dan taqwa,
Tunggu aku di jazirah cinta...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar